Respite Care untuk Masa Depan Lansia Indonesia: Menghubungkan Praktik Global dengan Kebijakan Lokal

Program Magister Kesejahteraan Sosial UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali menghadirkan ruang diskusi akademik yang relevan dengan tantangan kesejahteraan sosial masa kini melalui seminar bertajuk “From Global Practice to Local Policy: Respite Care untuk Masa Depan Perawatan Lansia Indonesia” pada Selasa (2/6). Kegiatan yang berlangsung di Teatrikal Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga ini menghadirkan tiga narasumber berpengalaman, yakni Nyadi Kasmoredjo dari Yayasan Wredha Mulya DIY, Dr. Ulil Absor, S.H.I., M.A. dari Magister Kesejahteraan Sosial UIN Sunan Kalijaga, serta Tauchid Komara Yuda, S.Sos., MDP., Ph.D. dari Universitas Gadjah Mada.

Kegiatan akademik yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 13.00 WIB ini dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan III Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Dr. Muhsin Kalida. Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Dosen Magister Kesejahteraan Sosial, Dr. Aryan Torrido, serta Ketua Independen Pekerja Sosial Profesional Indonesia (IPSPI), Husen Maulana. Kehadiran pimpinan fakultas, akademisi, dan praktisi ini menunjukkan komitmen serta dukungan penuh terhadap diskursus pengembangan kebijakan layanan sosial di Indonesia.

Antusiasme terhadap isu perawatan lansia sangat terasa dengan penuhya ruang Teatrikal Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga oleh peserta dari berbagai latar belakang. Seminar ini dihadiri oleh mahasiswa Magister Kesejahteraan Sosial dari tiga angkatan, serta mahasiswa dari berbagai program magister di lingkungan Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Tidak ketinggalan, perwakilan Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Profesi Pekerja Sosial (LP3S) dari Program Studi Sarjana Ilmu Kesejahteraan Sosial juga turut berpartisipasi, menjadikan forum ini sebagai ruang kolaborasi dan diskusi lintas jenjang yang dinamis.

Seminar ini menjadi wadah pertukaran gagasan mengenai pengembangan sistem perawatan lansia yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Indonesia. Para narasumber menyoroti pentingnya konsep respite care sebagai bentuk dukungan bagi keluarga maupun pengasuh yang merawat lansia. Praktik yang telah berkembang di berbagai negara tersebut dinilai mampu mengurangi beban fisik, emosional, dan sosial yang dialami caregiver, sekaligus meningkatkan kualitas hidup lansia. Diskusi juga menekankan bahwa meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia menuntut hadirnya inovasi layanan sosial yang tidak hanya berfokus pada lansia, tetapi juga pada kesejahteraan keluarga yang menjadi garda terdepan dalam proses perawatan.

Melalui seminar ini, peserta diajak untuk melihat bagaimana praktik-praktik global dapat diadaptasi ke dalam konteks lokal melalui dukungan kebijakan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Beragam perspektif yang disampaikan membuka ruang refleksi mengenai pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, organisasi sosial, dan masyarakat dalam membangun sistem perawatan lansia yang lebih komprehensif. Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen UIN Sunan Kalijaga, khususnya Program Magister Kesejahteraan Sosial, dalam mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik kesejahteraan sosial yang berkontribusi bagi terwujudnya masyarakat yang inklusif dan ramah lansia.