Magister Kesejahteraan Sosial UIN Sunan Kalijaga terlibat pada Simposium Internasional ASEAN tentang Pekerja Migran

Yogyakarta,Magister Kesejahteraan Sosial (MKS) Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali menunjukkan kiprahnya di tingkat internasional. Ketua program Studi, Dr. Muh Ulih Absor, dipercaya menjadi pembicara (discussant) mewakili Indonesia dalam 1st Bi-Annual Human Development Symposium: ASEAN Perspectives and Relevance yang diselenggarakan secara daring pada 1 Agustus 2026 oleh California State University, Dominguez Hills (CSUDH), Amerika Serikat, bekerja sama dengan Tam Nhung Social Enterprise, Vietnam.

Simposium internasional tersebut mengangkat tema "Migrant Workers and Stay-Behind Families: Their Well-Being", yang memfokuskan pembahasan pada berbagai tantangan sosial, ekonomi, kesehatan, dan kesejahteraan keluarga yang ditinggalkan oleh pekerja migran di kawasan ASEAN. Forum ini mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara, antara lain Indonesia, Vietnam, Filipina, Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat untuk bertukar gagasan mengenai penguatan kebijakan dan penelitian terkait migrasi tenaga kerja.

Dalam sesi Roundtable Discussion bertema "Health and Mental Health Status of Overseas and Domestic Migrant Workers from Southeast Asia and Their Stay-Behind Families", Dr. Ulil Absor menyampaikan perspektif Indonesia mengenai berbagai tantangan yang dihadapi keluarga pekerja migran, khususnya terkait perlindungan anak, kesehatan mental, dukungan keluarga, serta pentingnya penguatan layanan sosial berbasis komunitas. Kehadiran dalam forum ini memperkaya diskusi mengenai berbagai praktik dan kebijakan yang berkembang di kawasan ASEAN. Diskusi juga menyoroti pentingnya memandang migrasi tenaga kerja tidak hanya dari sisi manfaat ekonomi melalui remitansi, tetapi juga dampaknya terhadap perkembangan anak, relasi keluarga, kesehatan mental, serta kesejahteraan para lansia yang sering mengambil peran sebagai pengasuh cucu ketika orang tua bekerja di luar negeri. Para peserta sepakat bahwa isu keluarga yang ditinggalkan masih membutuhkan perhatian yang lebih besar dalam agenda kebijakan maupun penelitian di tingkat regional.

Selain membahas tantangan yang dihadapi pekerja migran dan keluarganya, forum menghasilkan sejumlah rencana kolaborasi internasional. Para peserta bersepakat membangun kerangka penelitian bersama di kawasan ASEAN, menyusun proposal buku internasional, serta mengembangkan penelitian kolaboratif mengenai dampak migrasi terhadap keluarga yang ditinggalkan di berbagai negara Asia Tenggara. Keikutsertaan Prodi dalam simposium ini sekaligus memperkuat komitmen Magister Kesejahteraan Sosial UIN Sunan Kalijaga dalam mengembangkan jejaring akademik internasional, memperluas kolaborasi riset lintas negara, serta menghasilkan kajian yang berkontribusi terhadap pengembangan kebijakan sosial berbasis bukti, khususnya pada isu migrasi, kesejahteraan keluarga, dan pembangunan manusia di kawasan ASEAN.

Melalui keterlibatan aktif dalam forum akademik internasional seperti ini, Magister Kesejahteraan Sosial UIN Sunan Kalijaga terus memperkuat posisinya sebagai pusat pengembangan ilmu kesejahteraan sosial yang responsif terhadap berbagai persoalan sosial global, sekaligus mendorong kolaborasi internasional dalam menghasilkan solusi yang relevan bagi masyarakat.