Perkuat Suara Orang Tua, Prodi MKS Bekerja Sama dengan Komunitas WRCP Lanjutkan Kegiatan PAR
Program Studi Magister Kesejahteraan Sosial (MKS), Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, bekerja sama dengan komunitas WRCP melanjutkan kegiatan penelitian kolaboratif melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR) pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Kegiatan berlangsung pukul 09.00–13.00 WIB di Ruang 114 Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Focus Group Discussion (FGD) PAR yang telah dilaksanakan pada 20 Agustus 2026, dengan fokus menggali hambatan akses layanan kesehatan, pendidikan, dan bantuan sosial bagi anak dengan cerebral palsy dan keluarganya.
Kegiatan lanjutan ini melibatkan 16 orang tua yang memiliki anak dengan cerebral palsy dan tergabung dalam komunitas WRCP. Penelitian kolaboratif ini dikoordinasikan oleh Rofah, Ph.D., dengan melibatkan mahasiswa MKS, yaitu Ulil Albab, Mafaza Azzahra, dan Dirga Wahyuri. Keterlibatan dosen, mahasiswa, dan komunitas menjadi bagian dari upaya menerapkan PAR yang menempatkan masyarakat sebagai subjek aktif dalam proses penelitian dan perubahan sosial.
Berbeda dengan kegiatan sebelumnya yang dilakukan melalui diskusi secara klasikal, pada kegiatan kali ini proses penggalian data dilakukan melalui wawancara yang melibatkan peserta secara lebih intensif. Sebelum wawancara berlangsung, Rofah, Ph.D. memberikan pengantar dan penjelasan secara klasikal mengenai proses penggalian data serta hal-hal yang perlu disampaikan berdasarkan pengalaman masing-masing keluarga. Selanjutnya, 16 peserta dibagi menjadi tiga kelompok untuk mengikuti proses wawancara dan menyampaikan pengalaman mereka secara lebih mendalam. Pembagian kelompok tersebut memberikan ruang bagi orang tua untuk mengungkapkan berbagai pengalaman dalam mendampingi anak, termasuk tantangan memperoleh layanan kesehatan, mengakses pendidikan, mendapatkan bantuan sosial, serta kebutuhan dukungan bagi keluarga. Melalui wawancara kelompok, informasi yang diperoleh diharapkan dapat menggambarkan persoalan secara lebih rinci berdasarkan pengalaman langsung orang tua. Proses ini sekaligus menjadi upaya memperdalam dan melengkapi hasil identifikasi masalah yang telah dilakukan pada kegiatan FGD sebelumnya.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Prodi MKS bersama komunitas WRCP berupaya membangun proses penelitian yang tidak berhenti pada pengumpulan data, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif keluarga dalam mengidentifikasi persoalan dan merumuskan kebutuhan. Hasil penggalian data selanjutnya menjadi bahan untuk menentukan persoalan prioritas dan menyusun langkah tindak lanjut secara kolaboratif. Dengan demikian, kegiatan PAR diharapkan dapat berkontribusi terhadap penguatan suara keluarga serta mendorong layanan yang lebih responsif terhadap kebutuhan anak dengan cerebral palsy dan keluarganya.