Kaprodi Magister Kesejahteraan Sosial UIN Sunan Kalijaga Presentasikan Riset pada Konferensi Internasional WAPOR Asia Pacific 2026
Yogyakarta – Program Studi Magister Kesejahteraan Sosial (MKS) Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali menunjukkan kiprahnya di tingkat internasional melalui partisipasi Ketua Program Studi, Dr. Muh Ulil Absor, dalam The 9th WAPOR Asia Pacific Annual Conference yang diselenggarakan pada 27–29 Juli 2026 di Jakarta. Konferensi internasional bertema Public Opinion in a Fast-Changing World tersebut mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, dan pembuat kebijakan dari berbagai negara untuk mendiskusikan perkembangan riset opini publik serta berbagai isu strategis yang dihadapi masyarakat global. Kegiatan ini diselenggarakan oleh World Association for Public Opinion Research (WAPOR) Asia Pacific bekerja sama dengan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Perkumpulan Survei Opini Publik Indonesia (PERSEPI), dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Pada kesempatan tersebut, Dr. Muh Ulil Absor mempresentasikan hasil penelitian berjudul "Socio-Religious Predictors of Religious Intolerance in Indonesia: Evidence from Indonesian Family Life Survey (IFLS) (Preliminary Findings)" dalam panel Religion & Ideology – Tolerance & Society. Penelitian yang menggunakan data Indonesian Family Life Survey (IFLS) Wave 5 terhadap lebih dari 31 ribu responden ini mengungkap bahwa intoleransi beragama dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial dan keagamaan. Penelitian juga menunjukkan bahwa keterhubungan sosial, partisipasi masyarakat, pengalaman migrasi, dan akses internet berkontribusi dalam memperkuat toleransi, sementara tingkat kesepian berkorelasi dengan meningkatnya sikap intoleran. Temuan tersebut menjadi kontribusi penting dalam pengembangan kebijakan penguatan moderasi beragama, kohesi sosial, dan pembangunan masyarakat yang lebih inklusif.
Selain mempresentasikan hasil riset, Dr. Muh Ulil Absor juga mengikuti berbagai sesi pleno dan diskusi paralel yang mengangkat tema demokrasi, media digital, kesehatan, ketahanan pangan, perubahan iklim, keamanan masyarakat, hingga kesejahteraan sosial. Beragam forum ilmiah tersebut memberikan wawasan mengenai perkembangan metodologi survei opini publik sekaligus memperkaya perspektif dalam pengembangan keilmuan kesejahteraan sosial. Kehadiran peserta dari berbagai universitas dan lembaga riset terkemuka dunia, seperti Stanford University, Princeton University, Nanyang Technological University, Australian National University, dan National Taiwan University, turut membuka ruang kolaborasi akademik lintas negara.
Keikutsertaan dalam konferensi ini menjadi bagian dari komitmen Program Studi Magister Kesejahteraan Sosial UIN Sunan Kalijaga dalam memperkuat internasionalisasi, meningkatkan kualitas penelitian, serta memperluas jejaring akademik global. Melalui forum tersebut juga terbangun peluang kolaborasi penelitian dan publikasi ilmiah bersama peneliti dari Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) dan PPIM UIN Jakarta. Capaian ini diharapkan semakin memperkuat kontribusi Prodi Magister Kesejahteraan Sosial dalam menghasilkan penelitian yang relevan, berbasis bukti, dan mampu memberikan rekomendasi bagi pengembangan kebijakan publik serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di tingkat nasional maupun internasional.